Archive for category Distributed System

CLOUD COMPUTING; Sebuah pengantar

Oleh:
Muhammad Zidny Naf’an
Jurusan Teknik Informatika. Fakultas Sains dan Teknologi.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

I. Sejarah Cloud Computing
Lahirnya “Cloud Computing” tentulah tidak terlepas dari jasa dibuatnya ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) pada tahun 1969 oleh badan pertahanan Amerika Serikat. Dengan adanya ARPANET berbagai komputer dapat saling berkomunikasi. Komunikasi yang terjadi antar komputer itu hanyalah berupa pertukaran informasi/data dari satu komputer ke komputer lain. Namun istilah cloud computing sendiri pertama kali disampaikan oleh John McCarthy -seorang ilmuwan ilmu komputer dari Amerika- pada tahun 1960. dalam opininya dia berkata bahwa suatu hari nanti sistem komputasi akan diatur sebagai perangkat yang publik (public utility).
Hal lain yang memicu lahirnya cloud computing adalah adanya sistem yang terdistribusi (distributed system). Dengan sistem terdistribusi ini memungkinkan terjadinya penggunaan resource (software, hardware, data) secara bersama-sama.
Dari sudut pandang software engineering (rekayasa perangkat lunak), berkembangnya Web 2.0 pada tahun 1999 yang saat itu disuarakan oleh Darcy DiNucci -seorang konsultan desain informasi elektronik- juga sangat berperan serta dalam melahirkan. yang mengedepankan sisi interaktif halaman web dan juga akses ke web tersebut dapat dari berbagai platform. Selain Web 2.0, Mashup juga setidaknya ikut berperan serta dalam kelahiran cloud computing, mashup adalah suatu aplikasi berbasis web yang dapat mengombinasikan data dari banyak sumber menjadi kumpulan yang terintegrasi dalam satu storage. Baca entri selengkapnya »

2 Komentar

PEER TO PEER

PEER TO PEER
Pengertian
Sebutan “peer-to-peer” mengisyaratkan sebuah hubungan kesetaraan (egalitarian relationship) diantara para peer (baca: pengguna satu dengan yang lainnya). Hubungan ini haruslah menghasilkan interaksi langsung antara komputer pengguna yang satu dengan komputer pengguna lainnya tanpa ada komputer yang berstatus sebagai client dan berstatus sebagai server.
Secara teknis, jaringan P2P (peer-to-peer) adalah sebuah jaringan yang memungkinkan semua komputer dalam lingkungannya bertindak/berstatus sebagai server yang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan sekaligus menerima berkas-berkas atau sumber daya (resource) yang ada dalam komputer mereka ke komputer lainnya.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

REMOTE PPROCEDURE CALL (RPC)

REMOTE PPROCEDURE CALL (RPC)

Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me- request kepada sebuah matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker (pencocok port) akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client.
RPC masih menggunakan cara primitif dalam pemrograman, yaitu menggunakan paradigma procedural programming. Hal itu membuat kita sulit ketika menyediakan banyak remote procedure. RPC menggunakan socket untuk berkomunikasi dengan proses lainnya. Pada sistem seperti SUN, RPC secara default sudah ter- install kedalam sistemnya, biasanya RPC ini digunakan untuk administrasi sistem. Sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya dari mana saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.